Entries by Suara Gontor FM

Al-Khawarizmi, Sang Bapak Aljabar dan Angka Nol

Beliau dikenal sebagai Penemu Aljabar dan Angka Nol. Nama Asli dari Al-Khawarizmi ialah Muhammad Ibn Musa al-khawarizmi. Selain itu beliau dikenali sebagai Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Yusoff. Al-Khawarizmi dikenal di Barat sebagai al-Khawarizmi, al-Cowarizmi, al-Ahawizmi, al-Karismi, al-Goritmi, al-Gorismi dan beberapa cara ejaan lagi. Ia dikenal sebagai penemu dari Aljabar dan juga angka nol. […]

Antara Mahabbah dan Mawaddah

Dua kata ini tak aneh lagi dari telinga kita, sering terlintas di pendengaran, ataup-un sering terucap melalui lisan. Makna dari dua kata ini dalam bahasa Indonesia sama, yaitu Cinta. Namun berbeda penggunaannya dalam bahasa Arab. Mahabbah bersifat lebih umum. Bisa dirasakan dan Allah anugrahkan kepada semua makhkuk ciptaan-Nya. Lelaki dan wanita, muda dan tua, muslim dan kafir, merdeka dan budak, sehat dan sakit, cacat dan sempurna. Hal itu bisa terlihat dalam surat Al Baqarah ayat 165 “Dan dari sebagian manusia ada yang menjadikan tandingan bagi Allah, mereka mencintai tandingan-tandingan Allah itu sebagaimana mereka mencintai Allah”. Orang kafir juga Allah anugrahkan rasa mahabbah, tapi tidak dengan Mawaddah. Kata ini lebih tinggi dan spesifik dari mahabbah. Mari kita sejenak merujuk ke dalam surat Maryam ayat 96 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, akan Allah berikan kepada mereka wudda (rasa cinta)”. Layaknya kata Rahman dan Rahim dalam Al-Quran, dua kata yang mungkin sama. Namun berbeda dalam pengamalan. Rahman itu kasih sayang Allah buat semua makhluk ciptaan-Nya. Namun Rahim hanya untuk hamba-hamba yang mau beriman kepada-Nya. Allah memuliakan rasa mawaddah. Bahwa rasa ini tidak akan muncul sebelum adanya sakinah. Ya sakinah mawaddah, wa rahmah. Tiga kata yang juga sudah tidak asing di telinga kita. Mungkin hanya sebatas hafal dan tahu. Bahwa do’a itu yang selalu di ucapkan untuk sepasang kekasih, yang telah meresmikan cintanya ke dalam pernikahan. Namun, berapa orang dari kita yang betul-betul memahami maksud dari kata itu? Atau mungkin hanya sekedar hafal? Mawaddah itu tidak akan timbul sebelum adanya sakinah. Sakinah adalah kondisi dimana kita bisa merasa nyaman, tentram, menjadi tempat berlindung dikala susah dan sedih. Karena itu, tempat tinggal kita dalam bahasa arab dinamakan “sakan”. Dan karena itu juga, kenapa sesuatu yang mati dalam hukum tajwid disebut sukun. Karena sakinah, adalah kondisi nyaman kita. Lega tanpa beban. Bisa senyum tanpa tekanan. Bisa tertawa lepas. Merasa teduh dan kukuh disaat badai berlabuh. Bisa kokoh disaat bahtera hampir roboh. Bisa tegar disaat harapan hampir pudar. Teman, kondisi sakinah ini tidak akan terbentuk, kecuali karena adanya satu pondasi yang kuat. Dia dinamakan akhlak. Kita bisa nyaman bersama orang yang tuturnya lembut. Tegurnya menghibur. Marahnya cinta. Dan guraunya penghilang lara. Fazhfar bi dzatid diin. Saat kondisi nyaman ini terlahir. Ketika itulah mawaddah muncul. Cinta tanpa kata. Bersih dan jernih. Tanpa bercak lumpur yang mengeruh. Ini dia cinta yang di tunggu dan diharapkan. Diidamkan. Saat lidah tak mampu berucap. Namun lewat mata dan hati ia terungkap. Saat tangan tak mampu medekap, namun ia terhubung dalam doa dikala senyap. Ketika mawaddah ini tumbuh subur dan berkembang. Saat itulah rahmah mengambil peran. Duhai, apakah adalagi yang kita harapkan dari sebuah keluarga melainkan kasih sayang? Saat cinta mungkin hanya tinggal sebatas ucap? Saat tampan hanya berbekas di foto pajangan? Saat harta hanya bagian dari potong kehidupan? Saat itulah kita belajar memahami, yang mungkin selayaknya dikasihani. Mungkin saat itu kita seharusnya berkorban, disaat kita butuh belas kasihan. Mungkin disaat itulah kita belajar berbagi kebahagiaan, walau mungkin jiwa ini mulai diisi kehampaan akan harapan. Namun bukan begitu halnya dengan mahabbah. Ia bisa saja menjadi tolok ukur terbentuknya rumah tangga. Namun terkadang ia ternoda. Ia muncul disaat setan menjadi matanya. Memperlihatkan eloknya saja. Kemudian menutupi tirai kekurangannya. Siapa yang tahu dengan hati? Makhluk teraneh dan paling berbahaya. Saat ia rusak, rusak semuanya. Dan saat ia baik, baik pula semuanya. Bukan berarti menyalahkan cinta. Juga banyak dari cinta yang menghasilkan sakinah, kemudian mawaddah, lantas menjadi rahmah. Dan juga tak jarang mahabbah tadi berujung dengan kata-kata berpisah. Terkadang sedih, ketika salah seorang al akh ditawarkan seorang akhwat oleh seorang ustad. Pertanyaan pertama yang muncul adalah “Ada fotonya ustad?”. Tidak, itu sama sekali tidak salah. Dan hal itu sangat manusiawi. Trus apa gunanya hadis yang sama-sama kita hafal “fazhfar bi dzatid diin”? Kembali periksa hati kita. Apa tujuan kita menikah? Jangan-jangan, arah mobil mulai menyimpang dari tujuan. Dengan SAKINAH insyaAllah akan menghasilkan MAWADDAH. Tapi dengan MAHABBAH, terkadang bisa berujung dengan FITNAH. Wallahu a’lam bis shawab. Geo

Puasa Keduniaan

Ketahuilah, bahwa jiwa dan hawa nafsu tidak dapat dikalahkan dengan sesuatu yang lebih utama, selain dengan puasa yang terus menerus. Puasa adalah hamparan ibadah, kunci menuju kezuhudan, dan merupakan pertanda buah kebaikan yang buahnya dapat dipetik selamanya dari pohonnya oleh para pekerjanya dan dapat dinikmati hasilnya tanpa ada putus -putusnya. Puasa adalah jalan menuju jenjang […]

Empat Tiang Kekufuran

والحسد والغضب والشهوة فالكبر يمنعه الانقياد والحسد يمنعه قبول النصيحة وبذلها والغضب يمنعه العدل والشهوة تمنعه التفرغ للعبادة فإذا انهدم ركن الكبر سهل عليه الانقياد وإذا انهدم ركن الحسد سهل عليه قبول النصح وبذله وإذا انهدم ركن الغضب سهل عليه العدل والتواضع وإذا انهدم ركن الشهوة سهل عليه الصبر والعفاف والعبادة وزوال الجبال عن أماكنها […]

Belajar 5 Prinsip Hidup dari Pensil

Suatu hari, seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. “Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai”. “Nenek […]

Ini Alasan Imam Syafi’i Tidak Shalat Tahajud

Putri Imam Ahmad bin Hanbal terkejut. Ia yang sejak ba’da Isya’ mengamati kamar Imam Syafi’i tidak melihat ulama tersohor itu keluar kamar untuk shalat tahajjud. Tidak pula mengambil wudhu. Imam Syafi’i baru terlihat keluar dari kamar tamu ketika adzan Subuh berkumandang. Selain itu, ada hal-hal ganjil lain yang dilihatnya dari tamu ayahnya itu. “Wahai ayah, […]

Tokoh Ilmuwan Islam: Al-Farabi

Abū Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Fārābi (870–950, Bahasa Persia: محمد فارابی ) atau Abū Nasir al-Fārābi (dalam beberapa sumber ia dikenal sebagai Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Uzalagh al-Farabi), juga dikenal di dunia barat sebagai Alpharabius, Al-Farabi, Farabi, dan Abunasir adalah seorang filsuf Islam yang menjadi salah satu ilmuwan dan filsuf terbaik di zamannya. […]

Melembutkan Hati

“Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kalanganmu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan kalian dan dia sangat menginginkan (keselamatan dan keamanan) bagi kalian serta amat belas kasih lagi penyayang tehadap kaum Mukmin.” (QS At-Taubah:128). Di tengah perilaku kekerasan yang melanda masyarakat, juga masih berlakunya upaya memaksakan kehendak, lunturnya kepedulian sosial, kekerasan dalam rumah tangga, […]

Manage Sampah Rumah Tangga Anda!

Manajemen pengelolaan sampah rumah tangga. Sebelum ini sudah banyak yang membahas masalah pengelolaan sampah rumah tangga ini. Namun di sini, kita akan mencoba membahas kembali isu tersebut. Ada beberapa hal sederhana dalampengelolaan sampah rumah tanggayang dapat anda terapkan dirumah, semoga dapat memudahkan pengeololaan sampah rumah tangga anda. Yang pertama dalam pengelolaan sampah, pasangkan plastik di tempat sampah. Plastik harus menutup seluruh bibir tong sampah sehingga tidak ada sampah yang terlepas jatuh megenai tempat sampah itu sendiri. Jika tempat sampah kotor, bertambah pula kerja kita untuk membersihkan tempat sampahnya. Plastik yang digunakan juga harus dipastikan tidak robek atau bocor. Tujuannya sama seperti di atas. Manajemen pengelolaan Sampah rumah tangga berikutnya, jika tempat sampah yang anda gunakan sudah penuh, lansung bungkus dan buang. Jangan tunggu sampai sampah melimpah keluar dari tempatnya, dapat mengotori lantai dan daerah sekitarnya. Jika belum sempat untuk membuang sampah, tapi didalam tempat sampah mengandung sampah basah, paling lama dapat disimpan selama 1 hari. Biasanya jika lebih dari 1 hari, Anda akan melihat ulat yang muncul di dalam tempat sampah. Langkah pengelolaan Sampah yang ke tiga. Pastikan setelah sampah dibuang, Anda lansung mengganti plastik baru di dalam tong sampah agar bisa lansung menampung sampah yang baru. Jika lambat atau lalai mengganti plastik, dikhawatirkan ada orang yang kurang bertanggung jawab membuang sampah ke dalam tong sampah yang belum dilengkapi plastik. Terakhir dalam manajemen pengelolaan Sampah rumah tangga. Ketika nampak tong sampah sudah terlalu kotor, cucilah tempat sampah tersebut. Ini bertujuan agar penyakit tidak berkembang di dalam tong sampah. Dan juga agar tidak tampak kotor dan menjijikkan di mata kita dan orang lain. Bersih dari sampah, rumah pun jadi sehat. Selamat memanajemen pengelolaan Sampah rumah tangga.

Tips Agar Rambut Bayi Tumbuh Lebat, Tebal dan Sehat

Apakah benar menggunduli rambut bayi bisa membuatnya kemudian tumbuh subur dan lebat? Begini sebenarnya… Rambut pada bayi adalah rambut velus, yaitu rambut sementara yang akan habis setelah usianya mencapai 1-3 bulan. Artinya, walaupun Anda tidak menggunduli rambut bayi Anda, sebenarnya rambut bawaan lahirnya tidak akan terbawa seumur hidupnya, karena semuanya akan rontok dan akan digantikan […]