Cinta dalam al-Qur'an

Antara Mahabbah dan Mawaddah

Dua kata ini tak aneh lagi dari telinga kita, sering terlintas di pendengaran, ataup-un sering terucap melalui lisan.

Makna dari dua kata ini dalam bahasa Indonesia sama, yaitu Cinta. Namun berbeda penggunaannya dalam bahasa Arab.

Mahabbah bersifat lebih umum. Bisa dirasakan dan Allah anugrahkan kepada semua makhkuk ciptaan-Nya. Lelaki dan wanita, muda dan tua, muslim dan kafir, merdeka dan budak, sehat dan sakit, cacat dan sempurna. Hal itu bisa terlihat dalam surat Al Baqarah ayat 165 “Dan dari sebagian manusia ada yang menjadikan tandingan bagi Allah, mereka mencintai tandingan-tandingan Allah itu sebagaimana mereka mencintai Allah”.

Orang kafir juga Allah anugrahkan rasa mahabbah, tapi tidak dengan Mawaddah. Kata ini lebih tinggi dan spesifik dari mahabbah. Mari kita sejenak merujuk ke dalam surat Maryam ayat 96 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, akan Allah berikan kepada mereka wudda (rasa cinta)”.

Layaknya kata Rahman dan Rahim dalam Al-Quran, dua kata yang mungkin sama.

Namun berbeda dalam pengamalan. Rahman itu kasih sayang Allah buat semua makhluk ciptaan-Nya. Namun Rahim hanya untuk hamba-hamba yang mau beriman kepada-Nya.

Allah memuliakan rasa mawaddah.

Bahwa rasa ini tidak akan muncul sebelum adanya sakinah. Ya sakinah mawaddah, wa rahmah. Tiga kata yang juga sudah tidak asing di telinga kita. Mungkin hanya sebatas hafal dan tahu. Bahwa do’a itu yang selalu di ucapkan untuk sepasang kekasih, yang telah meresmikan cintanya ke dalam pernikahan.

Namun, berapa orang dari kita yang betul-betul memahami maksud dari kata itu? Atau mungkin hanya sekedar hafal?

Mawaddah itu tidak akan timbul sebelum adanya sakinah. Sakinah adalah kondisi dimana kita bisa merasa nyaman, tentram, menjadi tempat berlindung dikala susah dan sedih.

Karena itu, tempat tinggal kita dalam bahasa arab dinamakan “sakan”. Dan karena itu juga, kenapa sesuatu yang mati dalam hukum tajwid disebut sukun.

Karena sakinah, adalah kondisi nyaman kita. Lega tanpa beban. Bisa senyum tanpa tekanan. Bisa tertawa lepas.

Merasa teduh dan kukuh disaat badai berlabuh. Bisa kokoh disaat bahtera hampir roboh. Bisa tegar disaat harapan hampir pudar.

Teman, kondisi sakinah ini tidak akan terbentuk, kecuali karena adanya satu pondasi yang kuat. Dia dinamakan akhlak. Kita bisa nyaman bersama orang yang tuturnya lembut. Tegurnya menghibur. Marahnya cinta. Dan guraunya penghilang lara. Fazhfar bi dzatid diin.

Saat kondisi nyaman ini terlahir. Ketika itulah mawaddah muncul. Cinta tanpa kata. Bersih dan jernih. Tanpa bercak lumpur yang mengeruh. Ini dia cinta yang di tunggu dan diharapkan. Diidamkan. Saat lidah tak mampu berucap. Namun lewat mata dan hati ia terungkap. Saat tangan tak mampu medekap, namun ia terhubung dalam doa dikala senyap.

Ketika mawaddah ini tumbuh subur dan berkembang. Saat itulah rahmah mengambil peran. Duhai, apakah adalagi yang kita harapkan dari sebuah keluarga melainkan kasih sayang? Saat cinta mungkin hanya tinggal sebatas ucap? Saat tampan hanya berbekas di foto pajangan? Saat harta hanya bagian dari potong kehidupan? Saat itulah kita belajar memahami, yang mungkin selayaknya dikasihani. Mungkin saat itu kita seharusnya berkorban, disaat kita butuh belas kasihan. Mungkin disaat itulah kita belajar berbagi kebahagiaan, walau mungkin jiwa ini mulai diisi kehampaan akan harapan.

Namun bukan begitu halnya dengan mahabbah. Ia bisa saja menjadi tolok ukur terbentuknya rumah tangga. Namun terkadang ia ternoda. Ia muncul disaat setan menjadi matanya. Memperlihatkan eloknya saja. Kemudian menutupi tirai kekurangannya.

Siapa yang tahu dengan hati? Makhluk teraneh dan paling berbahaya. Saat ia rusak, rusak semuanya. Dan saat ia baik, baik pula semuanya.

Bukan berarti menyalahkan cinta. Juga banyak dari cinta yang menghasilkan sakinah, kemudian mawaddah, lantas menjadi rahmah.

Dan juga tak jarang mahabbah tadi berujung dengan kata-kata berpisah.

Terkadang sedih, ketika salah seorang al akh ditawarkan seorang akhwat oleh seorang ustad. Pertanyaan pertama yang muncul adalah “Ada fotonya ustad?”. Tidak, itu sama sekali tidak salah. Dan hal itu sangat manusiawi. Trus apa gunanya hadis yang sama-sama kita hafal “fazhfar bi dzatid diin”?

Kembali periksa hati kita. Apa tujuan kita menikah? Jangan-jangan, arah mobil mulai menyimpang dari tujuan.

Dengan SAKINAH insyaAllah akan menghasilkan MAWADDAH.
Tapi dengan MAHABBAH, terkadang bisa berujung dengan FITNAH.

Wallahu a’lam bis shawab. Geo

Manage Sampah Rumah Tangga Anda!

Manajemen pengelolaan sampah rumah tangga. Sebelum ini sudah banyak yang membahas masalah pengelolaan sampah rumah tangga ini. Namun di sini, kita akan mencoba membahas kembali isu tersebut. Ada beberapa hal sederhana dalampengelolaan sampah rumah tanggayang dapat anda terapkan dirumah, semoga dapat memudahkan pengeololaan sampah rumah tangga anda.

  1. Yang pertama dalam pengelolaan sampah, pasangkan plastik di tempat sampah. Plastik harus menutup seluruh bibir tong sampah sehingga tidak ada sampah yang terlepas jatuh megenai tempat sampah itu sendiri. Jika tempat sampah kotor, bertambah pula kerja kita untuk membersihkan tempat sampahnya. Plastik yang digunakan juga harus dipastikan tidak robek atau bocor. Tujuannya sama seperti di atas.
  2. Manajemen pengelolaan Sampah rumah tangga berikutnya, jika tempat sampah yang anda gunakan sudah penuh, lansung bungkus dan buang. Jangan tunggu sampai sampah melimpah keluar dari tempatnya, dapat mengotori lantai dan daerah sekitarnya. Jika belum sempat untuk membuang sampah, tapi didalam tempat sampah mengandung sampah basah, paling lama dapat disimpan selama 1 hari. Biasanya jika lebih dari 1 hari, Anda akan melihat ulat yang muncul di dalam tempat sampah.
  3. Langkah pengelolaan Sampah yang ke tiga. Pastikan setelah sampah dibuang, Anda lansung mengganti plastik baru di dalam tong sampah agar bisa lansung menampung sampah yang baru. Jika lambat atau lalai mengganti plastik, dikhawatirkan ada orang yang kurang bertanggung jawab membuang sampah ke dalam tong sampah yang belum dilengkapi plastik.
  4. Terakhir dalam manajemen pengelolaan Sampah rumah tangga. Ketika nampak tong sampah sudah terlalu kotor, cucilah tempat sampah tersebut. Ini bertujuan agar penyakit tidak berkembang di dalam tong sampah. Dan juga agar tidak tampak kotor dan menjijikkan di mata kita dan orang lain.

Bersih dari sampah, rumah pun jadi sehat. Selamat memanajemen pengelolaan Sampah rumah tangga.

Tips Agar Rambut Bayi Tumbuh Lebat, Tebal dan Sehat

Apakah benar menggunduli rambut bayi bisa membuatnya kemudian tumbuh subur dan lebat?

Begini sebenarnya…

Rambut pada bayi adalah rambut velus, yaitu rambut sementara yang akan habis setelah usianya mencapai 1-3 bulan. Artinya, walaupun Anda tidak menggunduli rambut bayi Anda, sebenarnya rambut bawaan lahirnya tidak akan terbawa seumur hidupnya, karena semuanya akan rontok dan akan digantikan dengan rambut yang baru

Rambut bayi bisa saja tumbuh tebal tanpa digunduli dan sebaliknya, ada juga sebagian bayi yang walaupun sudah digunduli tetap saja rambutnya tipis. Artinya, tebal atau tipisnya rambut bayi sangat dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan.

Loh, tapi seringkali setelah digunduli rambut bayi memang terasa dan nampak lebih tebal tuh?

Ya, tapi bukan berarti rambutnya bertambah… Lebih tebalnya rambut si kecil disebabkan rambut velus yang tadinya berbentuk lancip, setelah dipotong maka jadi berbentuk tumpul. Rambut tumpul inilah yang kemudian tumbuh, sehingga rambut si bayi menjadi lebih tebal. Begitulah penjelasannya berdasarkan ilmu kesehatan.

Jadi, rambut bayi tidak perlu digunduli?

Tetap, menggunduli rambut bayi yang baru lahir memiliki banyak manfaat, terutama untuk kesehatan kulit kepalanya. Banyak kerak kotoran yang menempel dan menutup pori-pori kulit kepalanya akan terbuang sehingga kulit tersebut akan bersih dan ‘bisa bernafas’ dengan baik.

Gizi yang Baik Menghasilkan Rambut Bayi yang Sehat

Inilah sebenarnya kunci sehatnya rambut bayi. Selain dari faktor genetik atau keturunan, faktor gizi juga sangat mempengaruhi pertumbuhan rumbut bayi Anda. Pastikan bayi Anda menerima asupan:

  • Protein – telur, ikan, daging, susu, kacang-kacangan sangatlah baik sebagai sumber protein.
  • Asam lemak Omega-3 – ikan salmon, kacang kenari, minyak ikan, kedelai, kembang kol dikenal sebagai sumber bagi zat ini.
  • Zat Besi – lentil, bayam, kacang merah, tomat, kentang memiliki kandungan zat besi yang banyak.
  • Vitamin – buah-buahan, sayuran, kacang hijau, gandum mengandung banyak vitamin, terutama vitamin A, B dan C

Jika bayi Anda masih dalam masa ASI Eksklusif (6 bulan), maka ibunyalah yang harus mengkonsumsi berbagai asupan bergizi ini. Jika bayi Anda sudah diberi MPASI, maka selain ibunya, berbagai asupan bergizi di atas sebaiknya Anda sertakan dalam resep makanan bayi Anda. Silahkan lihat beberapa kumpulan resep makanan bayi di sini.

Jaga Kesehatan Rambut

Setelah gizinya diperhatikan, berikutnya adalah berkaitan dengan kebersihan rambut dan kulit kepala bayi Anda. Tentu saja rambut yang sehat adalah yang terjaga kebersihannya.

Gunakanlah shampoo khusus bayi, karena selain tidak mengandung zat kimia sebagaimana shampoo untuk orang dewasa, ia pun tidak pedih di mata. Keringkan rambutnya secara perlahan, dan jangan digosok terlalu kencang. Gunakan sisir bergigi besar dan jarang, atau sisir sikat.

Semoga berhasil!

 

silaturrahim

Mengajak Si Kecil Bersilaturrahim

Dikutip dari www.republika.co.id

Perjalanan mengajak si kecil bertamu ke rumah saudara atau kerabat memang tak melulu berlangsung mulus. Ada saja hal yang dapat merusak suasana hatinya. Sampai di tempat tujuan pun bukan jaminan semua akan baik-baik saja.

Perbedaan lokasi silaturahim de ngan suasana rumah juga bisa membuat ananda bertingkah. Polahnya kadang dapat membuat orang tua maupun tuan rumah terkejut. “Tentunya, itu bukan alasan untuk meninggalkan buah hati di rumah,” kata psikolog dra. Nana Maznah Prasetyo MSi.

Anak-anak mesti tetap ikut bersilaturahim. Anak yang terbiasa bersilaturahim akan memiliki tingkat adaptasi yang lebih baik. Ia juga akan makin luwes dalam bersosialisasi. Oleh karena itu, ajak ananda ikut serta sedini mungkin. Silaturahim tak perlu diajarkan, namun butuh dikenalkan.

Sebaiknya, mereka diajak bukan setahun sekali atau ketika Lebaran tiba saja. “Biasakan anak menerima kunjung an dan bertamu misalnya dengan me ngunjungi rumah nenek, paman atau saudara lainnya,” saran psikolog dari Lembaga Bantuan Psikolog dan Mediasi, SATU Consulting.

Kebiasaan baik tersebut dapat dimulai saat anak sudah mengerti komunikasi dan bisa berceloteh. Umumnya, di usia satu tahun akan bisa diajak bersilaturahim. Tapi tentu saja tidak semudah itu. Ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan orang tua sebelum memperkenalkan anak pada silaturrahim.

Sebagai langkah awal, ceritakan kepada anak mengenai makna silaturrahim berikut manfaatnya dan tata cara nya. Selanjutnya, berikan gambaran tentang suasana yang akan dihadapinya. “Kita sekarang puasa lho, sebentar lagi Lebaran, dan nanti kita ke rumah nenek untuk silaturrahim, maaf-maafan, dan bertemu saudara lainnya,” ujar Nana memberi contoh.

Penjelasan seperti itu akan membuka wawasan anak. Ia pun mampu mengkaitkan gambaran tersebut dengan kata silaturrahim. Selain orang tua, guru juga dapat mengambil perannya dalam mengajarkan anak usia sekolah memahami arti penting silaturrahim.

Sebelum mengajak anak berlebaran ke rumah saudara, berikan penjelasan hubungan orang tua dengan tuan rumah. Pengenalan susunan anggota keluarga akan membuatnya mengerti pentingnya kunjungan tersebut. Ia juga akan merasa dekat dengan keluarga yang jarang ditemuinya sehari-hari.

Anak perlu mengetahui lokasi yang akan dituju saat berangkat silaturahim. Penjelasan itu sekaligus mengondisikannya untuk beradaptasi. “Nak, hari ini kita mau ke rumah paman. Dia adik ayahmu nak, paman memiliki tiga orang anak, satu laki-laki, dua perempuan,” ujar psikolog Sani B Hermawan mencontohkan.

Perlakuan yang sama juga mesti diterapkan sebelum pergi bersama si kecil ke rumah teman ayah dan bundanya. Lantas, agar anak tak bosan selama di perjalanan atau selagi orang tuanya mengobrol, cairkan suasana terlebih dahulu. Kenalkan dengan anak-anak lain hingga ia menemukan keasyikan tersendiri.

Orang tua tak perlu memaksa anak ikut pergi jika anak tak mau berangkat. Biarkan ia di rumah bersama orang ke percayaan. “Kalau memang harus pergi bersama anak, lihat dahulu acaranya, dan prioritaskan kenyamanan si kecil,” saran Sani.

kid-reading

Cara Membangun Minat Baca Anak

Saat ini anak-anak lebih suka menyibukkan dirinya sendiri dengan bermain video games, menonton serial televisi, dan memainkan jejaring sosial dibandingkan melakukan kegiatan yang bermanfaat lainnya, seperti membaca buku. Padahal membiasakan anak untuk gemar membaca akan membuka wawasannya, meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, serta meningkatkan kreativitasnya sehingga terpacu untuk belajar. Namun, tak semua anak menyukai kegiatan membaca ini. Bila Anda memiliki seorang anak yang tidak gemar membaca, maka ada strategi yang bisa membuat anak mengubah perilakunya tersebut. Untuk mengetahui strategi atau cara apa yang bisa Anda gunakan, sebaiknya simak tips berikut ini yang dicuplik dari Galttime.com:

1. Jangan memberi label

Orangtua seringkali memberi label bahan bacaan untuk anak, seperti bacaan yang baik dan buruk. Beberapa orantua menganggap bahwa komik, novel, dan buku cerita lainnya merupakan bacaan yang tidak begitu bagus. Padahal bacaan tersebut tetap memiliki nilai sastra. Agar si anak mau membaca, sebaiknya Anda tidak memaksa untuk membaca buku yang tidak disukainya.

2. Mulailah dengan minat mereka

Jika si anak gemar bermain video games, maka mulailah merangsang keinginan bacanya dengan membelikan komik berdasarkan permainan atau membelikan majalah games. Saat ini sudah ada novel grafis yang diformat seperti komik dan memiliki teks yang bisa dibaca seperti sebuah novel. Bacaan ini bisa Anda jadikan sebagai bacaan alternatif untuk si anak. Perlu diketahui juga, biasanya si anak lebih menyukai bacaan yang terdapat gambar dan variasi warna.

3. Ikuti petunjuk mereka

Untuk membangun minat baca pada anak, Anda bisa membelikannya buku bacaan sesuai dengan minatnya. Si anak akan semakin tertarik untuk membaca asalkan dibelikan buku bacaan yang disukainya. Bila si anak keras kepala dan tetap tidak suka membaca, maka mintalah saran padanya memilihkan buku untuk adik, teman, atau sepupunya. Dengan begitu Anda bisa melihat buku bacaan apa yang ia sukai.

4. Tanamkan nilai baca

Bila si anak mengungkapkan kata baru atau bercerita sesuatu yang baru, maka Anda patut menanyakannya dari mana kata-kata tersebut ia dapat. Tekankan bahwa ia mendapatkan pengetahuan berdasarkan bahan bacaannya. Bagaimanapun juga Anda sebagai orangtua harus mendidik anak agar gemar membaca. Dengan membaca tentunya akan membuat si anak menjadi pintar dan memperluas wawasannya. (Abrowi)

nutrisi-agar-otak-anak-cerdas

Cara Menyikapi Anak Cerewet

Anak-anak yang masih dalam usia balita memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Si anak akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang terkadang tidak masuk akal menurut Anda.

Namun, Anda harus pintar-pintar menjawabnya agar si buah hati mengerti. Segala bentuk informasi yang diterima pada usia ini akan mempunyai dampak di kemudian hari.

Perkembangaan Intelligence Quotientnya (IQ) mencapai 50% sehingga orangtua memiliki peran besar dalam mendidik dan mengembangkan potensi serta kecerdasan anak. Bila Anda tidak benar menjawab pertanyaan atau mendidik anak, maka akan berdampak negatif bagi si anak. Untuk mengetahui cara yang tepat menyikapi si anak bila cerewet, ada baiknya simak tips berikut ini yang dicuplik Ghiboo.com:

1. Jangan kasar Anak-anak yang memiliki rasa ingin tau yang besar berarti memiliki minat yang tinggi terhadap lingkungannya.

Sebagai orangtua, Anda tak perlu kasar menyikapi anak cerewt. Bila si anak selalu bertanya bahkan sampai menanyakan hal yang tak penting, maka jelaskan dengan hati-hati dengan bahasa yang dipahami si kecil.

2. Jangan bohong Bila si anak terus-menerus bertanya, maka jawablah dengan apa adanya dengan kata-kata yang mudah dia pahami.

Jangan pernah membohongi anak karena kebohongan yang Anda katakan lama-kelamaan akan dicontoh si anak hingga ia dewasa nanti. Jika Anda tidak mengetahui jawabannya, maka mintalah untuk bertanya pada ayah, kakek, atau gurunya di sekolah.

3. Menghargai pertanyaannya Terkadang anak-anak pada usia di bawah 5 tahun sering menanyakan hal-hal yang aneh.

Namun, sebagai orangtua yang baik, Anda harus menghargai apapun pertanyaan yang dilontarkan si anak. Ajak si anak juga untuk sama-sama mencari tahu. Dengan begitu, keakraban akan terjalin dan si anak pun menjadi cerdas.

4. Jangan batasi anak Ketika si anak melontarkan pertanyaan yang aneh, sebagian orantua ada yang memarahi dengan mengatakan, “Itu pertanyaan orang dewasa, jangan bertanya-tanya lagi!.”

Bila hal tersebut Anda lakukan, maka akan mematikan kreatifitas si anak. Mematikan rasa ingin tahu anak bisa membuatnya merasa minder di hadapan orang lain dan teman-temannya bahkan bisa menjadi pribadi yang tertutup. Untuk itu, jawab saja dengan jujur agar pengetahuan anak bertambah dan ia menjadi cerdas. Anak-anak di usia balita sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat atau dikenal dengan masa emas. Pada masa-masa ini otak anak berkembang pesat dan kritis. Tak heran banyak anak yang cerewet dan selalu melontarkan pertanyaan kepada orangtuanya. Segala informasi yang diterimanya pada usia ini akan memiliki dampak di kemudian hari. Untuk itu, Anda harus berhati-hati menjawabnya jika si kecil melontarkan pertanyaan yang tidak masuk akal.

Cara Menyikapi Anak Cerewet:

  1. Jangan kasar Anak-anak yang memiliki rasa ingin tau yang besar berarti memiliki minat yang tinggi terhadap lingkungannya.
  2. Jangan bohong Bila si anak terus-menerus bertanya, maka jawablah dengan apa adanya dengan kata-kata yang mudah dia pahami.
  3. Menghargai pertanyaannya walau terkadang anak-anak sering menanyakan hal-hal yang aneh.
  4. Jangan batasi anak Ketika si anak melontarkan pertanyaan yang aneh, sebagian orangtua ada yang memarahi dengan mengatakan, “Itu pertanyaan orang dewasa, jangan bertanya-tanya lagi!.” Bila hal tersebut kita lakukan, maka akan mematikan kreatifitas si anak. Abrowi

 

istri-shalihah

Sifat-Sifat Istri Shalihah

Dari Abu Said Al Khudri dia berkata: Pernah suatu kali para wanita berkata kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Kaum laki-laki telah mengalahkan kami, maka jadikanlah satu hari untuk kami, Nabi pun menjanjikan satu hari dapat bertemu dengan mereka, kemudian Nabi memberi nasehat dan perintah kepada mereka. Salah satu ucapan beliau kepada mereka adalah: “Tidaklah seorang wanita di antara kalian yang ditinggal mati tiga anaknya, kecuali mereka sebagai penghalang baginya dari api nereka. Seorang wanita bertanya: “Bagaimana kalau hanya dua?” Beliau menjawab: “Juga dua.” (HR. Al-Bukhari No 1010)

Seorang isteri yang aqidahnya benar akan tercermin dalam tingkah lakunya misalnya:

  • Dia hanya bersahabat dengan wanita yang baik.
  • Selalu bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Rabbnya.
  • Bisa menjadi contoh bagi wanita lainnya.

Akhlak Isteri Idaman.

  • Berusaha berpegang teguh kepada akhlak-akhlak Islami yaitu: Ceria, pemalu, sabar, lembut tutur katanya dan selalu jujur.
  •  Tidak banyak bicara, tidak suka merusak wanita lain, tidak suka ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba).
  •  Selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan isteri suaminya yang lain (madunya) jika suaminya mempunyai isteri lebih dari satu.
  •  Tidak menceritakan rahasia rumah tangga, diantaranya adalah hubungan suami isteri ataupun percekcokan dalam rumah tangga. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya di antara orang yang terburuk kedudukan-nya disisi Allah pada hari kiamat yaitu laki-laki yang mencumbui isterinya dan isteri mencumbui suaminya kemudian ia sebar luaskan rahasianya.” (HR. Muslim 4/157)

Isteri idaman di rumah suaminya

  •  Membantu suaminya dalam kebaikan. Merupakan kebaikan bagi seorang isteri bila mampu mendorong suaminya untuk berbuat baik, misalnya mendo-rong suaminya agar selalu ihsan dan berbakti kepada kedua orang tuanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala, yang artinya: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah.” (Al Ahqaf 15)
  • Membantunya dalam menjalin hubungan baik dengan saudara-saudaranya.
  • Membantunya dalam ketaatan.
  • Berdedikasi (semangat hidup) yang tinggi.
  •  Ekonomis dan pandai mengatur rumah tangga.
  • Bagus didalam mendidik anak.

Penampilan:

  • Di dalam rumah, seorang istri yang shalehah harus selalu memperhatikan penampilannya di rumah suaminya lebih-lebih jika suaminya berada di sisinya maka Islam sangat menganjurkan untuk berhias dengan hal-hal yang mubah sehingga menyenangkan hati suaminya.
  • Jika keluar rumah, seorang istri yang sholehah harus memperhati-kan hal-hal berikut: Harus minta izin suami, Harus menutup aurat dan tidak menampakkan perhiasannya, Tidak memakai wangi-wangian, Tidak banyak keluar kecuali untuk tujuan syar’i atau keperluan yang sangat mendesak. Abrowi
keluarga-bahagia

Wujudkan Keluarga Bahagia Dunia dan Akhirat!

Keluarga, bagian terkecil dari masyarakat, tetapi sangat mempengaruhi kualitas masyarakat. Pemerintah sejak tahun 1994, tepatnya tanggal 29 Juni, memperingati hari keluarga secara nasional. Tujuannya mengajak seluruh keluarga Indonesia agar melakukan introspeksi dan berbenah diri untuk meningkatkan kualitasnya, sehingga tercipta keluarga bahagia dan sejahtera.

Bagaimana pandangan Islam dalam membentuk keluarga bahagia?

Tujuan Keluarga

Pembinaan keluarga dimulai dari tujuan pernikahan, yaitu ketenangan dan kebahagiaan. “Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah ia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih (mawaddah) dan  sayang (rahmah). Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kamu yang berfikir.” (QS Ar Rum: 30: 21).

Dengan mawaddah, yaitu kasih sayang untuk memenuhi syahwat, suami isteri akan melahirkan dan mengembangkan keturunan manusia.Selanjutnya timbul rahmah, yaitu rasa kasih sayang murni yang tumbuh dari jiwa yang paling dalam. Sehingga suami isteri merasakan kebahagiaan yang tidak bertepi dan ketenangan yang tidak berbatas, dan mereka ingin mengisi hari-hari dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Suami isteri gemar bermusyawarah karena saling menghormati, memahami keperluan dan kehendak masing-masing, dan mencari solusi tanpa mengorbankan salah satunya.  Amanah pernikahan adalah membentuk pribadi yang baik agar dapat membina keluarga yang baik. Amanah ini akan mendidik suami isteri lebih bertakwa.

Doa pernikahan: barakallahulaka (semoga diberi keberkahan Allah dalam kondisi bahagia), wa baroka’alaika (semoga diberi keberkahan Allah dalam kondisi susah, misalnya ketika sakit diliputi keberkahan Allah berupa kesabaran dan kesembuhan), wajama’a bainakuma fii khoir (semoga Allah mempersatukan dalam kebaikan).

Kunci Keluarga Bahagia

Suami isteri harus memberikan perhatian yang tinggi terhadap keluarga, agar mampu menghantarkan kesuksesan dunia akhirat kepada semua anggota keluarganya. Keluarga muslim berorientasi ukhrawi, karena memiliki target meraih surga dan ridho Allah meskipun dalam musibah. Sehingga makna bahagia bagi keluarga muslim adalah manakala mereka sedang beraktivitas bersama dalam rangkan menggapai ridho Allah Swt.

Kebahagiaan keluarga tidak diukur dari segi material, tapi sejauh mana ketaatan keluarga kepada Allah. Kehidupan yang mementingkan materi, hiburan dan kebebasan sosial tanpa terikat rambu-rambu syariah dalam berumah tangga justru akan menimbulkan masalah dalam rumah tangga. Walau bukan berarti keluarga muslim tak perlu memiliki sarana-sarana fisik yang baik. Diriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda: “Termasuk di antara kebahagiaan seseorang adalah memiliki rumah yang baik, kendaraan yang baik, dan istri yang baik atau shalehah”.

Setiap anggota keluarga mengetahui cinta sejati. Cinta tertinggi setiap mukmin adalah kepada Allah, Rasul dan jihad di jalan-Nya. Setelah itu, baru cinta kepada orang tua, suami, istri, anak, saudara seiman dan lain-lain. Firman Allah, “Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum kerabat, harta benda yang kalian miliki, dan perniagaan yang kalian khawatiri kerugiannya, itu lebih kalian cintai dari pada Allah, Rasul dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (Qs. At-Taubah 24).

Keshalihan dan kedekatan seseorang kepada Allah SWT akan mempengaruhi besarnya cinta suami istri. Jika Allah telah mencintai kita, maka kita akan dicintai segenap makhluk dengan ijin-Nya. Kadar cinta suami istri tergantung dengan kualitas ibadah dan keimanan pasangannya. Cinta yang tidak dibangun di atas pondasi mahabatullah, hanya akan menjerumuskan ke dasar jurang kelalaian dan kenistaan.

Rasul SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki hak atas dirimu yang harus engkau tunaikan, dirimu memiliki hak yang harus engkau tunaikan, dan keluargamu memiliki hak atas dirimu yang harus engkau tunaikan. Maka tunaikanlah hak-hak masing-masing dari semua itu.” (HR. Bukhari).

Tips Keluarga Bahagia

Jadikan rumah tangga sebagai markas pengkaderan generasi akan datang. Suami menghidupkan semangat memahami agama, sehingga isteri-anak semakin cinta kepada agama, Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan menghidupkan cahaya hati anggota keluarga, sehingga perbuatannya sesuai syariat Allah SWT.

Saling memberikan nasehat dalam kebenaran dan kesabaran, pujian, perhatian, hadiah, dan do’a. Tumbuhkan sikap percaya diri yang tumbuh dari iman kepada Allah, kasih sayang, kemesraan dan saling menghormati antar anggota keluarga dalam suasana tauhid.  Orangtua menjadi pendengar yang bijak dari curahan hati anak-anak.Orangtua bersikap terbuka dalam menerima kritikan anak.

Berkomunikasilah antar anggota keluarga dengan lembut dan mengutamakan musyawarah dalam amar ma’ruf nahi munkar. Komunikasi  bisa berbentuk lisan atau bukan lisan (tingkah laku, mimik muka, tulisan, gerakan anggota badan dan penampilan anggota keluarga).  Komunikasi dalam keluarga akan senantiasa terpelihara selama komunikasi dengan Allah pun tetap terjaga.

Ucapkanlah salam setiap keluar dan masuk rumah. Berkatalah dengan ucapan yang thoyyibah (baik), karena menjadi teladan bagi anak. Hindari pertengkaran antara suami isteri di hadapan anak-anak, karena bisa merusak jiwa mereka.

Berlaku adillah dalam melayani anak-anak supaya terhindar perasaan dengki, iri hati dan dendam. Anak-anak yang lebih kecil menghormati kakaknya. Kakak harus menolong adik. Tanamkan sikap ini pada anak, sehingga tidak ada permusuhan dalam keluarga dan mereka saling menyayangi.

Berikan teladan kepada anak, bukan celaan dan kekerasan.  Berikan sikap terbaik, karena bagaimana sikap kita terhadap anak, begitu pulalah mereka akan bersikap kepada kita.

Wahai isteri, berterima kasihlah atas kebaikan suami, dengan senyuman manis, atau kata-kata cinta, atau maafkan kesalahan dan kekurangannya. Rasul bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada istri yang tidak tahu bersyukur kepada suaminya dan ia tidak merasa cukup darinya”. Nabi Saw bersabda: “Wahai sekalian wanita bersedekahlah karena aku melihat mayoritas penduduk neraka adalah kalian.” Maka mereka berkata: “Ya Rasulullah kenapa demikian?” Beliau menjawab: “Karena kalian banyak melaknat dan mengkufuri kebaikan suami”.

Pergaulilah keluarga suami dan kerabat-kerabatnya dengan baik. Simpanlah rahasia keluarga dan tutupilah kekurangan (aib) suaminya. Empatilah terhadap duka cita dan kesedihan suaminya.

Bersikaplah qana’ah, ridha dengan apa yang diberikan suami untuknya, baik sedikit ataupun banyak. Ia tidak menuntut di luar kesanggupan suaminya atau meminta sesuatu yang tidak perlu.

Didiklah anggota keluarga hidup sederhana, sehingga tidak boros dalam makanan, minuman, pakaian, perabot rumah tangga dan sebagainya. Firman Allah SWT, “Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS al-A’raf : 31).

Kenali dan pahami suami, sehingga tahu apa yang disukai suami dan penuhilah, juga tahu apa yang dibenci suami dan jauhilah. Dengan syarat tidak dalam perkara maksiat kepada Allah, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al Khaliq.

Keluarga Pejuang Islam

Suami isteri menyadari bahwa rumah tangga muslim adalah salah satu agenda gerakan Islam. Kehidupan rumah tangga dengan seluruh problemnya tidak boleh menghentikan semangat membela Islam. Suami isteri harus saling menguatkan, saling mengingatkan, saling membantu menyalakan api perjuangan. Isteri memberi dorongan agar suami semakin berada di garis depan barisan pejuang. Tempalah seluruh anggota keluarga menjadi para pejuang Islam. Keluarga yang bahagia adalah keluarga penegak agama Allah SWT yang senantiasa berdoa:

Dan oran-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Furqan 74). Wallahua’lam! Abrowi.

501087_dapur

Tips Merawat Peralatan Dapur

Dapur merupakan tempat dimana makanan dibuat. Tempat yang menyimpan banyak sekali peralatan dapur. Memasak adalah kegiatan yang dilakukan setiap hari. Bahkan dalam sehari, peralatan tersebut akan digunakan lebih dari sekali. Agar tetap awat dan bisa siap dipakai, peralatan dapur tersebut harus dirawat dengan baik. Perawatan dan cara mencuci yang salah hanya akan membuat peralatan cepat rusak.

Saat ini peralatan khusus untuk dapur hadir dengan barbagai bentuk. Bahkan bahan baku yang digunakan pun semakin beragam. Sekarang bahan-bahan baku yang banyak digunakan untuk membuat peralatan dapur adalah plastik, aluminium, tembaga , kuningan, perak dan kayu (terutama untuk sendok nasi dan peralatan makan).

Bahan baku yang berbeda membuat cara merawatnya juga berbeda. Berikut beberapa cara perawatan perbulan berdasarkan bahan baku pembuatannya:

Peralatan yang terbuat dari Plastik

  • Untuk peralatan plastik pertama celupkan dalam air hangat yang sudah dicampur dengan sabun selama 15-20 menit. Kemudian dicuci biasa dengan spon bersabun. Kemudian bilas kembali dengan air hangat. Cara ini juga bisa dilakukan untuk membersihkan peralatan plastik yang terkena minyak, mentega dan krim.
  • Selain menggunakan air hangat sabun untuk rendaman peralatan plastik. Baking soda yang sudah dicampur dengan air hangat juga bisa menjadi pilihan.

Peralatan yang terbuat dari Aluminium

Kebanyakan peralatan dapur yang menggunakan aluminium adalah panci. Bagian panci yang paling susah dibersihkan adalah bagian bawahnya. Cara untuk membersihkan bagian bawah yang sudah menghitam adalah:

  • Gunakan abu gosok dan sikat baja
  • Gunakan air rebusan yang sudah dicampur dengan cuka
  • Rebus air bersama beberapa helai kulit apel dengan menggunakan panci yang hitam agar bagian dalam panci bisa mudah dicuci

Peralatan yang terbuat dari Tembaga dan Kuningan

  • Banyak orang percaya membersihkan bagian yang hitam dan kotor pada wajan yang terbuat dari tembaha dan kuningan adalah menggunakan pasta tomat. Oleskan pasta tomat pada daerah yang kotor lalu gososk hingga bersih.
  • Selain menggunakan pasta tomat, pasta gigi juga bisa.

Peralatan dari Anti Lengket dan Kaca

  • Celupkan pada air agar nasi atau sayuran yang menempel lepas terlebih dahulu baru gunakan spon lembut dan sabun cuci dalam jumlah banyak yang mengandung jeruk nipis. Jangan menggunakan bagian kasar dari spon. Bilas hingga bersih.

Sekian tips dari suargo fm untuk merawat peralatan dapur, semoga bermanfaat. Geo