image_82_doa-saat-musibah

Hikmah: Menangis dan Merintih Ketika Sholat

Menangis di dalam shalat itu diperbolehkan, baik karena seseorang itu takut kepada Allah SWT, atau karena sebab lain, seperti keika ia ada bencana atau sakit yang menimpanya. Selama hal itu tidak dibuat-buat dan tidak bisa ditahan, Hal ini berdasarkan firman Allah SWT.:

“Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, maka mereka tunduk sjud dan menangis,” (Maryam:58)

Ayat ini berlaku bagi seseorang yang melakukan shalat atau yang lainnya. Ada banyka hadits yang menjelaskan tentang hal ini. Diantaranya sebagai berikut:

Abdullah bin Asy-Syikhr meriwayatkan, “Saya melihat Rasulullah SAW shalat. Sedangkan didalam dada beliau terdengar suara gemuruh tangisan seperti bunyi air mendidih di dalam ketel.”

Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, Abu Bakar adalah seorang yang lemah hati. Ia tidak bisa menahan air matanya jika ia membaca Al-Qur’an, ia (sering) menangis. (Meskipun demikian) beliau tetap memerintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam.

Sikap Rasulullah yang tetap memerintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam bagi orang-orang, padahal diberitahukan kepada beliau bahwa Abu Bakar selalu menangis di dalam sholatnya, hal ini menunjukkan bahwa menangis di dalam sholat itu boleh.

Umar bin Khattab juga pernah menangis ketika shalat subuh. (Pada sholat itu), Umar membaca surat Yusuf. Ketika sampai pada bacaan, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku,..” (Yusuf: 86) terdengarlah suara tangisannya yang keras.

Perbuatan Umar ini, cukup sebagai bantahan terhadap orang yang mengatakan bahwa menangis dalam sholat itu dapat membatalkan sholat jika suara tangisannya sampai terdengar walaupun hanya dua huruf. Alasan mereka, bahwa jika tangisan itu terdengar sampai dua huruf, batallah sholatnya karena dianggap sebagai sebuah pembicaraan, alasan ini sama sekali tidak bisa diterima sebab menangis dan berbicara adalah dua hal yang berbeda.

Wallahu a’lam bisshowab..

Geo.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *